Tech Exhibition Booth With Pcs B8ee3d0b21 1024x572

Memilih Laptop dan Komputer: Jangan Terpesona Brosur

Kita sering melihat brosur produk aneka komputer dan laptop yang desainnya mewah nan memesona. Seyogyanya, brosur adalah janji, mirip-miriplah seperti kata Bondan Winarno sang pengulas kuliner tersohor, “Menu adalah janji.”

Spesifikasi di atas kertas tidak cukup untuk memercayai kemumpunian produk teknologi. Agar tidak salah beli produk, kita sebaiknya menentukan pilihan dengan berbasis pada metodologi “Real World Usage“.

​Hal utama yang perlu kita ingat adalah jangan terjebak pada nama prosesor. Perhatikan nilai Thermal Design Power (TDP) atau daya yang diberikan ke prosesor. Prosesor yang sama bisa memiliki performa berbeda, lho, tergantung seberapa besar daya yang diizinkan oleh produsen laptop tersebut. Itulah sebabnya Core i7 pada laptop tipis belum tentu lebih kencang jika dibandingkan dengan Core i5 di laptop gaming.

Kemudian ​perhatikan hukum “Dual Channel” RAM. Menggunakan RAM satu keping (single channel) kerap “mencekik” performa asli laptop, terutama jika menggunakan kartu grafis terintegrasi (iGPU). Oleh karena itu, pastikan laptop atau komputer berjalan di mode dual channel. Jika RAM bawaan hanya satu keping, cek apakah tersedia slot kosong untuk menambah satu keping lagi dengan spesifikasi yang sama.

Sebagaimana umumnya rumah, laptop dan komputer harus memiliki cukup ruang penyimpanan (storage). ​Media penyimpanan solid-state drive (SSD) sudah menjadi standar, yang artinya wajib ada. Tapi jenisnya yang mana dulu, nih? Pilih SSD yang kecepatannya baik. Kita bisa memilih NVMe PCIe yang saat ini berkecepatan di kisaran 3.000-14.000 MB/detik dibandingkan SATA yang lebih lambat, yaitu hanya di kisaran 500-600 MB/detik. Pastikan kapasitas SSD bisa ditambah (tersedia slot M.2 tambahan) agar ke depannya kita bisa menambah ruang penyimpanan data jika dokumen semakin banyak.

​Selanjutnya, perhatikan layar. Tidak sedikit laptop berspesifikasi tinggi yang memiliki layarnya kurang berkualitas. Jangan hanya terpikat dengan resolusi tinggi. Cek cakupan warna atau Color Gamut. Carilah laptop dengan layar minimal 100% sRGB agar warna tampil akurat. Jangan beli laptop untuk desain atau konten jika layarnya masih 45% NTSC atau 60% sRGB jika tidak mau warna meleset dari ekspetasi.

​Performa kencang tidaklah berguna jika suhu mencapai 90-100 derajat Celsius secara terus-menerus. Laptop harus punya cukup head pipe untuk mengatur pendinginan, dan ventilasi tidak menghembuskan panas ke arah layar dan tangan secara berlebihan.

Cek apakah port dan konektivitas cukup untuk mendukung kita bekerja di mana saja. Sedikitnya ada port USB-C yang mendukung Power Delivery (bisa mengisi daya pakai charger ponsel atau powerbank) atau DisplayOut.

​Jika kita puas dengan semua aspek di atas, puas dengan performa produk, tanyakan kepada diri sendiri apakah harga produk sepadan dengan kualitasnya.

Selamat memilih!